PENGEMBANGAN MODEL BANGKITAN PERJALANAN UNTUK ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS DI INDONESIA (STUDI KASUS: PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN DI JALAN ARTERI METROPOLITAN BANDUNG)
DOI:
https://doi.org/10.35880/inspirasi.v8i1.101Abstract
Pembangunan atau pengembangan baru pada suatu kawasan dan/atau lokasi akan membawa pengaruh
terhadap lalu lintas di sekitarnya seperti kemacetan lalu lintas, polusi udara dan suara dan kesemrawutan.
Masalah dampak negatif lalu lintas ini disadari dan menjadi pemikiran pemerintah, masyarakat dan pengusaha
hingga disepakati bahwa perlu ada analisis dampak lalulintas sebelum pembangunan dilaksanakan. Dalam
pengkajian dampak lalu lintas ini akan dihitung berapa kemungkinan kerugian yang terjadi dan siapa yang
bertanggung jawab untuk perbaikan kondisinya. Perkembangan kesadaran untuk penyusunan analisis dampak
lalu lintas ini diawali di negara-negara bagian di Amerika Serikat yang berpendapat bahwa setiap pembangun/
pengembang baru wajib menanggung beban kerusakan lingkungan berupa dampak lalu lintas tersebut dan
membayar kerugian tersebut kepada Pemerintah dan Pemerintah mengembalikannya kepada masyarakat
berupa perbaikan pelayanan transportasi seperti pelebaran jalan, penyediaan angkutan umum, penyediaan
fasilitas pendukung lalu lintas yang pada gilirannya diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif yang
ditimbulkan pembangunan/pengembangan pusat kegiatan.
Kata kunci : bangkitan perjalanan, dampak lalu lintas, pedagang kaki lima.







