Menilik Urgensi “Rainy Day Fund” dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) [The Urgency of “Rainy Day Fund” in Indonesia’s Local Government Budget]

Authors

  • Rido Parulian Panjaitan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN), Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35880/inspirasi.v11i2.160

Abstract

Pengelolaan Keuangan Daerah Indonesia pada saat ini belum mengenal konsep menabung pendapatan pasa masa ekonomi membaik untuk digunakan di saat ekonomi sedang memburuk. Namun berbagai kondisi tidak terduga telah banyak menyebabkan terganggunya Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD) secara signifikan dengan contoh terbaru adalah pandemi COVID-19. Pos Belanja Tidak Terduga pada APBD tidak mampu untuk menstabilkan fiskal pemerintah daerah. Oleh karena itu, tulisan ini dimaksudkan untuk mengkaji usulan mekanisme menabung dalam alokasi dana yang terpisah dari APBD untuk tujuan utama menjaga kestabilan anggaran daerah di masa ekonomi sedang memburuk. Konsep ini telah dikenal di berbagai negara dengan banyak sebutan. Untuk menyatukan konsep itu maka penulis menggunakan terminologi umum yang lazim disebut bernama “Rainy Day Fund” dan secara harfiah diartikan sebagai “Dana Hari Hujan” sebagai simbol dana yang digunakan saat situasi sedang memburuk.

References

Barr, V., & Donovan, N. (2012). A Rainy Day Fund. London: Fabian Society.

Cornia, G. C., & Nelson, R. D. (2003). Rainy Day Funds and Value at Risk., (pp. 563–567).

Gramlich, J. (2011). Rainy Day Funds Explained: How Much Money Should States Have in the Bank? Pew Charitable Trusts.

Hou, Y. (2005). Budget Stabilization Fund. In J. Rabin, Encyclopedia of Public Administration and Public Policy (pp. 34-38). Taylor & Francis Group.

Hou, Y., Moynihan, D. P., & Ingraham, P. W. (2003). Capacity, Management, and Performance: Exploring the Links. American Review of Public Administration, 33(3), 295-315.

Ingram, S., Kent, L., & McWilliam, A. (2015). A new era? Timor-Leste after the UN. ANU Press.

Kim, M., & Mason, D. P. (2020). Are You Ready: Financial Management, Operating Reserves, and the Immediate Impact of COVID-19 on Nonprofits. Nonprofit and Voluntary Sector Quarterly.

Knight, B., & Levinson, A. (1999). Rainy Day Funds and State Government Savings. National Tax Journal, 52(3), 459–472.

McNichol, E., & Boadi, K. (2011). Why and How States Should Strengthen Their Rainy Day Funds: Recession Highlighted Importance of Funds and Need for Improvements. Washington DC: Center on Budget and Policy Priorities.

n.d. (2003). Undang-Udang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. Republik Indonesia.

n.d. (2019). Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Presiden Republik Indonesia.

Sobel, R. S., & Holcombe, R. G. (1996). The Impact of State Rainy Day Funds in Easing State Fiscal Crises During the 1990–1991 Recession. Public Budgeting and Finance, 16(3), 28–48.

Vasche, J. D., & Williams, B. (1987). Optimal Governmental Budgeting Contigency Reserve Funds. Public Budgeting & Finance, 7(1), 66-82.

Wagner, G. A., & Elder, E. M. (2005). The Role of Budget Stabilization Funds in Smoothing Government Expenditures over the Business Cycle. Public Finance Review, 33(4), 439–465.

Wei, W., & Denison, D. V. (2019). State Rainy Day Funds and Government General Fund Expenditures: Revisiting the Stabilization Effect. Public Finance Review, 47(3), 465-492.

Yondorf, B. A. (1983). A Legislator’s Guide to Budget Oversight after the Appropriations Act has Passed. National Conference of State Legislatures. Denver,: CO.

Zhao, B. (2014). Saving for a Rainy Day: Estimating the Appropriate Size. Federal Reserve Bank of Boston. Boston: Federal Reserve Bank of Boston.

Downloads

Published

2020-12-26

How to Cite

Panjaitan, R. P. (2020). Menilik Urgensi “Rainy Day Fund” dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) [The Urgency of “Rainy Day Fund” in Indonesia’s Local Government Budget]. Jurnal Inspirasi, 11(2), 166–179. https://doi.org/10.35880/inspirasi.v11i2.160

Citation Check