KOTA DAN INDEKS KEBAHAGIAAN: Apa yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk memperbaiki indeks kebahagiaan?
DOI:
https://doi.org/10.35880/jurnal%20inspirasi.v6i2.33Abstract
Definisi kebahagiaan yang sejalan dengan pembukaan tulisan ini, menurut pendapat penulis adalah mendekati definisi yang pertama dikembangkan oleh Raja Bhutan IV, dimana aspek spiritual lebih ditekankan dibandingkan kekayaan ekonomi. Sedangkan indeks kebahagiaan yang dikembangkan BPS-Indonesia walau melihat perasaan individu di dalam keluarga (keharmonisan keluarga) dan masyarakat (hubungan sosial), tapi indikatornya masih menunjukkan saling keterkaitan. Misalnya indikator pendidikan yang rendah dimana survey menunjukkan nilai terendah, akan mempersulit memperoleh pekerjaan, sehingga pendapatan rumah tangga rendah. Ketika pendapatan rumah tangga rendah, akan menyebabkan kondisi rumah dan aset rendah, dan kesehatan rendah. Untuk meningkatkan pendapatan, orang harus bekerja keras, sehingga ketersediaan waktu luang menjadi sedikit, dan waktu untuk melakukan hubungan sosial menjadi berkurang. Yang juga akan menyebabkan keharmonisan keluarga terganggu. Sedangkan ketika kondisi rumah dan aset buruk, dan terjadi dalam satu lingkungan, keadaan lingkungan menjadi buruk, demikian pula kondisi keamanan.







