Ruang Terbuka Hijau Dan Konsolidasi Lahan: Belajar Dari Kota Kyoto, Jepang

Authors

  • Chris D Prasetijaningsih

DOI:

https://doi.org/10.35880/inspirasi.v10i2.120

Keywords:

urbanisasi, perencanaan kota, konsolidasi lahan, audensi public, action plan, urbanization, urban planning, land consolidation, public hearings

Abstract

Urbanization and population growth cause urban planners to rethink the structure and function of cities to meet the needs for sustainable urban life. Urban land-use planning systems are established to support efficient urban activities, achieve an amenity urban environment, and create a city view with significant features. This system provides a set of rules regarding various types of land use, including urban planning and urban landscape policies. In the development process, public hearings are an important tool for evaluating and planning development. In this public hearing process, the government can receive a lot of input and in the development process, the government can provide support for community development activities.

 

 

Abstrak

 

Urbanisasi dan pertumbuhan penduduk menyebabkan para perencana kota  harus memikirkan ulang struktur dan fungsi kota untuk memenuhi kebutuhan akan kehidupan perkotaan yang berkelanjutan. Sistem perencanaan penggunaan lahan perkotaan didirikan untuk mendukung aktivitas perkotaan yang efisien, mencapai lingkungan perkotaan yang menyenangkan, dan menciptakan pemandangan kota dengan fitur yang signifikan. Sistem ini memberikan seperangkat aturan mengenai berbagai jenis penggunaan lahan, diantaranya perencanaan kota dan kebijakan lanskap kota. Dalam proses pembangunan, audiensi publik  adalah alat penting untuk mengevaluasi dan merencanakan pembangunan. Dalam proses dengar pendapat ini, pemerintah dapat menerima banyak masukan  dan dalam proses pembangunan pemerintah dapat memberikan dukungan untuk kegiatan pengembangan masyarakat.

 

 

References

Hindarman, Radyus Ramli, St., M.Eng, Urban Renewal to Reshape Irregularities of Slum Area in Mataram City, West Nusa Tenggara Province, laporan Action Plan Staf Enhancement City Planning 2017

Kurniawan, Tatang, S.Hut, Msi, Meningkatkan Cakupan Ruang Terbuka Hijau di Palabuhanratu, laporan Action Plan Staf Enhancement City Planning 2017.

Zakiah, Fitri, S.IP, MURP, M.Eng, Optimasi pengendalian ruang melalui penguatan partisipasi masyarakat, laporan Action Plan Staf Enhancement City Planning 2017

Samsu, Asri, ST, MURP, M.Eng., Peningkatan Ruang Publik Kabupaten Soppeng, , laporan Action Plan Staf Enhancement City Planning 2017.

Downloads

Published

2019-12-11

How to Cite

Prasetijaningsih, C. D. (2019). Ruang Terbuka Hijau Dan Konsolidasi Lahan: Belajar Dari Kota Kyoto, Jepang. Jurnal Inspirasi, 10(2), 121–140. https://doi.org/10.35880/inspirasi.v10i2.120

Citation Check

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.