Transformasi Digital Pelayanan Publik Pada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
DOI:
https://doi.org/10.35880/inspirasi.v13i2.2006Abstract
The phenomenon of West Java as the province with the highest number of internet users in Indonesia, Ombudsman data on complaints about poor public services based on the reported provinces, and efforts to digitally transform public services in West Java are the background of this research. This study aims to determine the extent of digital transformation carried out by the West Java Provincial Government in improving public services. The method used in this research is descriptive qualitative, with data collection techniques by searching various offline and online sources and literature. Although West Java has won many awards related to digital public services, several local government homework are still waiting to be completed, including efforts to increase the level of community satisfaction, equitable distribution of information and communication technology infrastructure, specific vigilance on the use of internet technology, and improve quality of human resources, especially those who are at the forefront of public services.
ABSTRAK
Fenomena Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah pengguna internet tertinggi di Indonesia, data Ombudsman tentang pengaduan masalah buruknya pelayanan publik berdasarkan provinsi terlapor, dan upaya transformasi digital pelayanan publik di Jawa Barat, menjadi latar belakang penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana transformasi digital yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam peningkatan pelayanan publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dengan cara penelusuran berbagai sumber dan literatur offline dan online. Meskipun Jawa Barat sudah meraih banyak penghargaan terkait dengan pelayanan publik secara digital, namun sejumlah pekerjaan rumah pemerintah daerah masih banyak menanti untuk diselesaikan, di antaranya upaya mengeskalasi tingkat kepuasan masyarakat, pemerataan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, kewaspadaan secara spesifik penggunaan teknologi internet, dan peningkatan kualitas SDM khususnya yang menjadi garda terdepan pelayanan publik.







