Hubungan Religiusitas Dengan Perilaku Agresif Remaja Di Pondok Pesantren
DOI:
https://doi.org/10.35880/inspirasi.v10i2.69Keywords:
Religiosity, Aggressive Behavior, Religiusitas, Perilaku AgresifAbstract
Abstract
This study aims to determine the relationship between religiosity and aggressively challenge the students at boarding school. The population in this study were students or students of class VIII and IX class in boarding school to accommodate 160 students with a sample of 113 students. Methods of data collection using a scale, there are three scales that religiustas, logistics intelligence, and intelligence aggressive. The results of this study concluded: There is a negative relationship between religiosity and aggressive policy of the students at the boarding school at the moment the motivation test results of products -0.762 (p <0.05). The higher the religiosity, the aggressive, low religiosity otherwise it aggressively 52.83%.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan perilaku agresif pada santri di Pondok Pesantren. Populasi dalam penelitian ini adalah santri atau siswa kelas VIII dan kelas IX di Pondok Pesantren berjumlah 160 siswa dengan jumlah sampel 113 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan skala, ada tiga skala yaitu religiustas, kecerdasan emosi, dan perilaku agresif. Hasil penelitian dapat disimpulkan: Ada hubungan negatif antara religiusitas dengan perilaku agresif pada santri di pondok pesantren dengan hasil uji korelasi product moment sebesar -0,762 (p < 0,05). Artinya semakin tinggi religiusitas maka perilaku agresif semakin rendah, sebaliknya religiusitas rendah maka perilaku agresif tinggi. Adapun sumbangan efektif religiusitas dengan perilaku agresif adalah 52,83%.
References
Ancok & Suroso. (2001). Psikologi Islami. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arikunto, P, E. Aliansi diri Ditinjau dari Tingkat Relegiusitas dan konsep Diri pada Remaja Akhir Berstatus Mahasiswa, Fakultas Pikologi UGM.
Arikunto. (2002). Prosedur penelitian “suatu pendekatan praktek” Yogyakarta: Rineka Cipta.
Azwar, S. (1999). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2004). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2006). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Berkowitz, L. M. (1995). Agresi: Sebab dan Akibatnya. (Penterjemah Hartati Woro Susianti). Jakarta: PT Pustaka Binaan.
Bjorkkqvist, K, Langerspetz, M. J. &Kaukiainen A. (1992). Do Girls manipulate and Boys Figh Developmental Trends in Regard Direct and Indirect Aggression. JournalAggressive Behavior, Vol 18, pp. 411- 423.
Buss, A. & Perry, M. (1992). The Aggression Questionnaire: Journal of PersonalitySocial Psychology, 63 No. 3. 452-459.
Baron, R.A. (2005). Psikologi Sosial jilid 2. Eidsi ke 10. Jakarta. Erlangga
Coleman, J.C. (1976). Abnormal Psychology andModern Life (5th ed). India: D.B. MCGraw Hill. Inc.
Daradjat, Z. (1975). Pendidikan Agama dalam Pembinaan Mental. Jakarta: Penerbit Bulan Bintang.
Daradjat, Z. (1991). Ilmu Jiwa Agama. Cet. Ke-14. Jakarta. Bulan Bintang.
Dariyo. (2004). Psikologi Perkembangan Remaja. Ciawi: Penerbit Ghalia Indonesia.
Davidoff, L.L. (1981). Psikologi Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga.
Depag RI. (2003). Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah. Jakarta: Depag RI.
Ghufron, M.N & Risnawati, R. (2016). Teori-teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruz Media.
Harawi, D. (2005). Dimensi Religi Dalam Praktek Psikiatri Dan Psikologi.FKUI: Jakarta.
Hasbullah. (2001). Sejarah pendidikan islam di Indonesia, lintasan sejarah pertumbuhan dan perkembangan. Jakarta: LSIK.
Hurlock E.B. (2011). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.
Jalaluddin, H. (2016). Psikologi Agama. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Kartono, K. (1985). Bimbingan Anak dan Remaja yang Bermasalah. Jakarta: Rajawali.
Krahe. (2005). Perilaku Agresi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Masyhud, S & Khusnurdilo. (2003). Manajemen Pondok Pesantren. Jakarta; Diva Pustaka Press.
Mu’tadin. (2002). Faktor Penyebab Perilaku Agresif. Jakarta.
Mujib, A. (2006). Kepribadian dalam Psikologi Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Myers, D. G. (2005). Social Psychology. New York : McGraw Hill, Higher Education.
Nasari, M.F. (1993). Agama di Mata Remaja. Padang: Angkasa Raya.
Nawawi, H., &Kartini, M,.(1994). Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gajah Mada University.
Poloutzian, F.R. (1996). Psychology of Religion. Needham Heights, Massachusetts: A Simon & Schuster Comp.
Puspito, H. (1990). Sosiologi Agama. Yogyakarta: Kanaisius dan BPK Gunung Mulia.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sulaiman, T. (2013). The Level of Stress Among Students in Urban and Rural Secondary Schools in Malaysia. European Journal of Social Sciences. Vol 10. No. 2, 179-184.
Sulastri, Rifa, & Melly. (1987). Psikologi Perkembangan Remaja dari Segi Kehidupan Social. Jakarta: Bimasakti
Triatna, C & Kharisma, R. (2008). EQ Power Panduan meningkatkan Kecerdasan Emosional. Bandung: Citra Praya.
Walgito, B. (1986). Pengantar Psikologi Umum. Cetakan. IV. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi. UGM.







